[Siwon-Jooyeon] Mine
Title
: Mine
Author
: Cia
Genre
: Fiction
Rate
: +17
Cast
:
.:.
Choi Siwon
.:.
Nam Jooyeon
.:.
Other
_Story
Begin_
Bising
!
Sekalipun
kau berteriak, tak akan ada yang menghiraukanmu. Disinilah para penggila dunia
malam berkumpul. Entah aku harus menyebutnya apa. Bar ?
Kurang
lebih begitu, tapi.
Diskotik
?
Mungkin
juga, tapi.
Kasino
?
Benar,
tapi.
Hotel
?
Ah,
begini saja, sebut saja crazy world building. Disini, kau tak hanya menemukan
sekumpulan orang gila yang menari gila pula di manapun itu tempatnya. Lantai,
kursi, atas meja. Semua tempat ‘halal’ untuk ‘mereka’ jadikan tempat menari.
Sekumpulan
pria yang tengah ‘bermain’ dengan wanita setengah telanjang ?
Atau
sekumpulan pria yang tengah berlomba menegak habis minuman dengan kadar alkohol
tinggi ?
Atau
mungkin, sekumpulan pria yang tengah menghamburkan harta mereka di meja judi ?
Silahkan
pilih. Kau mau yang tua ? matang ? muda ? atau nyaris mati ?
Tersedia
sangat banyak disini. Begitu pula dengan wanita-wanitanya. Kau mau yang
berpakaian seseksi apa ? atau, kau mau yang hanya memakai ‘Two Piece’ saja ?
Oh
ho. Tak terhitung jumlahnya disini.
Di salah satu sudut bar,
seorang pria dengan potongan rambut yang tak terlalu tebal namun tak terlalu
tipis pula, alis tebal, hidung mancung. Cukup membuat kedua pupilmu keluar.
Kurasa. Tengah menikmati rokoknya. Jas hitam yang tak ia kancingkan, kemeja biru
laut dengan dasi hitam yang longgar, membuatnya semakin menawan dimata gadis
manapun.
Choi
Siwon, president directur dari Hyundai Group. Nama perusahaan yang digunakan
pula untuk beberapa hotel mewah dan supermarket milik keluarga besarnya. Ia
generasi kedua Hyundai Group, setelah ayahnya An Drew Choi.
Seorang
gadis dengan pakaian yang, WAAAUUUWW menghampirinya. Bagaimana tidak ? Mini
dress hitam yang hanya menutupi sampai pangkal pahanya, belum lagi belahan dada
dari dress itu yang kelewat rendah, membuat siapapun yang memakainya tak
ubahnya seorang pelacur. Setidaknya itu pendapatku.
“Butuh
teman ? kulihat kau sering datang kemari, tapi tak pernah sekalipun kau
tertarik pada salah satu diantara kami.” Gadis itu duduk begitu saja disamping
Siwon seraya menatap seduktif kearah Siwon.
“Kami
? siapa yang kau maksud kami ? Sejenismu ?” ucap Siwon acuh. Pria itu asyik
menghisap rokoknya. Tak memperdulikan keadaan wanita disampingnya.
“Kata-katamu
terlalu kasar tuan. Tapi tak apa, aku lebih menyukai pria sepertimu daripada
pria-pria yang berpura-pura bercakap manis.” Gadis itu bergelayut manja di
lengan Siwon.
“Kau
yakin tak memerlukan bantuanku untuk sekedar menuangkan campagne mungkin ?
atau, lebih ?” bisik gadis itu seduktif.
“Jangan
menggodaku nona.” Gumam Siwon saat gadis itu mulai menggoda Siwon. Hey, kau tau
yangkumaksud ‘menggoda’ kan ?
Gadis
itu tak bergeming. Ia justru semakin gencar menggoda Siwon.
Dan
itu cukup membuat pertahanan Siwon runtuh. Pria itu menggeram kesal. Sedangkan
wanita tadi ? tentu saja ia kegirangan karena berhasil menggoda seorang Choi
Siwon.
Siwon
berdiri, ia menarik kasar tangan wanita tadi.
“Wow,
calm down baby.” Wanita itu mengikuti langkah lebar Siwon dengan susah payah.
_LLL_
Backsound : Lee Sae Jun – Tada Kimi
Dake o
Nam
Jooyeon, gadis berambut panjang itu tengah tersenyum riang menikmati angin pagi
yang menampar permukaan kulitnya. Seolah tak ada beban dalam hidupnya. Senyum
gadis itu semakin mengembang tatkala kicauan burung ikut mewarnai pagi
cerahnya.
“Pertengahan
musim semi.” Gumamnya pelan.
“Noona
!”
Kedua
kelopak mata Jooyeon terbuka ketika telinganya menangkap suara seorang anak
yang tak asing lagi.
“Yongjun-ah.”
Sapa Jooyeon ketika anak kecil tadi menghampirinya. Jooyeon berjongkok,
menyamakan tingginya dengan anak kecil dihadapannya.
“Berapa
kali noona bilang padamu untuk berhenti memakan coklat, eum ? Lihat, gigimu
bahkan tak lebih banyak dari gigi Nenek Han.” Goda Jooyeon.
Sedangkan
Yongjun ? anak kecil itu hanya tersenyum tanpa dosa. Membuat Jooyeon semakin
gemas padanya.
“Jooyeon-ah.”
Jooyeon
seketika menoleh saat suara ibu panti memanggilnya. Ada nada kecemasan disana.
Ya,
disinilah seorang Nam Jooyeon berada. Panti asuhan. Dan Yongjun, anak kecil
tadi adalah salah satu penghuni panti asuhan ini.
_LLL_
Dering
telephone membuat tidur sepasang manusia terjaga. Siwon, pria itu meraba nakas
disampingnya tanpa mengubah posisi tidur telungkupnya.
“Mmm
?” jawabnya tanpa melihat siapa yang menelponnya pagi ini.
Entah
apa yang didengarnya, seketika itu pula kedua mata Siwon terbuka. “Mwo ?! Kau
tahan mereka dulu, aku tak mau mereka bertindak anarkis.”
Ditekannya
tombol merah pada layar i-phonenya.
“Nugu
?” tanya seorang gadis yang tidur disebelah Siwon tanpa membuka kelopak
matanya.
“Bukan
urusanmu.” Siwon bangkit dari tidurnya. Ia memunguti seluruh pakaiannya yang
berserakan di lantai sebelum memasuki kamar mandi.
“Cih,
difikirnya aku peduli apa ? aku kan hanya basa-basi.” Gerutu gadis itu.
“Aku
mendengarnya wanita jalang !” pekik Siwon dari kamar mandi.
“Cih,
bahkan ia tetap memanggilku wanita jalang setelah tadi malam. Menggelikan
sekali kau Choi Siwon.” Batin gadis itu.
_LLL_
“Agassi,
kami tak memiliki wewenang untuk semua permintaan kalian.” Jang Jaemoo,
sekertaris Siwon itu nampak pasrah menghadapi sekelompok wanita yang tengah
demo di depan Hyundai Art Building.
“Jangan
berbohong tuan, kami tau kalian pasti ikut andil dalam proyek baru kalian itu
kan ? Kenapa harus tanah panti yang kalian jadikan tempat proyek kalian itu ?”
Jooyeon, gadis itu mewakili seluruh pendemo mengutarakan ketidaksetujuannya
atas proyek baru Hyundai.
“Memang
itu proyek Hyundai nona, tapi semua keputusan ada di tangan Presdir kami. Jadi
kalau nona mau protes, silahkan temui Presdir kami.”
“Sedari
tadi kau bilang agar kami menemui presdir kalian, tapi dimana ? Kau bahkan tak
bilang dimana presdirmu itu berada.” Ucap Jooyeon tak lagi bisa mengontrol
emosinya.
Sebuah
Renaunlt Samsung SM5 hitam datang dengan kecepatan penuh. Dan hal itu nyaris
membuat tubuh Jooyeon dan beberapa
pendemo ambruk kebelakang karena berusaha menghindar agar tak tertabrak.
“Michin
saram.” Umpat Jooyeon kesal. Dia menanyakan keadaan beberapa pendemo lainnya.
Siwon
keluar dari mobilnya dengan angkuh. Bagai slowmotion, pria itu melepas kaca
mata hitamnya. Membuat beberapa orang termasuk saya^^ terpana. Tapi tentu saja
itu tak berlaku untuk Jooyeon.
Jaemoo
membungkuk hormat kearah Siwon, setelahnya pria itu mengambil alih kemudi
Siwon, memindahkan mobil dengan harga selangit itu ke tempat parkir.
“Begitukah
kelakuan orang kaya ? Sombong, egois, menjijikan. Aku tak mau jadi orang kaya
jika gambarannya saja membuat mataku sakit.” Sindir Jooyeon. Tentu saja
menyindir kelakuan Siwon barusan, kau fikir apalagi ?
Siwon
tau seseorang tengah membicarakannya. Pria itu menarik senyum meremehkan. Ia
membalikkan tubuhnya. Mengamati setiap jengkal tubuh Jooyeon.

Senyum meremehkannya tadi berubah menjadi
senyum yang, entahlah. Aku bahkan tak bisa mendeskripsikannya.
Jooyeon
merasa jengah mendapat tatapan Siwon. Ia merasa ditelanjangi hanya dengan
tatapan itu.

Nam
Jooyeon, akhirnya. Setelah sekian lama, kau datang sendiri padaku. Gumam batin
Siwon senang.
Siwon
melangkahkan kakinya pelan mendekati Jooyeon.
“Kau
yang bertanggung jawab atas kericuhan ini nona Nam ?” tanya Siwon santai seraya
menatap manik mata Jooyeon.
Jooyeon
menghindari kontak mata dengan Siwon. Entah apa yang di rasanya sehingga ia tak
mau beradu pandang dengan Siwon.
“Iya.
Dan tuan Choi yang terhormat, bisakah kau mencabut keputusanmu untuk
menghancurkan panti dan mengubahnya menjadi megamall ?”
“Woow,
kau terlalu to the point nona Nam. Tak bisakah kita bicarakan ini secara
perlahan ?” ucap Siwon santai. Diliriknya Casio perak yang melingkar di
pergelangan tangan kirinya.
“Temui
aku malam ini di ruanganku jam 7 malam. Sekarang aku ada meeting penting. Maaf
belum bisa mengabulkan permintaanmu .” Siwon mengedipkan sebelah matanya
membuat kekesalan Jooyeon meningkat 100º.
“Aku
tak suka menunggu nona Nam.” Ucap Siwon sesaat sebelum berbalik pergi memasuki
gedungnya.
“Geu
saram jinjja.” Maki Jooyeon dalam hati.
“Kita
pulang bibi.” Jooyeon berbalik, mengajak beberapa pendemo untuk pulang.
“Tapi
nasib panti bagaimana Yeon-ie ?” bibi Han, salah satu pengasuh di panti
bertanya dengan cemas.
“Pria
itu memintaku untuk menemuinya malam ini. Kuharap nanti malam ia mabuk,
sehingga membatalkan proyek megamall nya.”
_LLL_
Siwon
mulai jengah menatapi casio perak kesayangannya.
“Kau
telat 13 menit 27 detik Nam Jooyeon, selamat menikmati konsekuensi atas
keterlambatanmu.” Gumamnya seraya menatap layar komputernya. Disana nampak
seorang Jooyeon yang tengah memakai dress putih berkerah dengan dilapisi bolero
hitam lengan panjang. Siwon yakin dress itu berlengan pendek. Oh ayolah, apa
yang tidak Siwon ketahui tentang Jooyeon ?
Bahkan
Siwon tahu jika warna favorit Jooyeon
adalah putih. Siwon juga tahu jika Jooyeon belum pernah berciuman. Hal yang
jarang terjadi pada gadis seumuran Jooyeon di korea maupun di negara lain.
Sosok
Jooyeon berpindah tempat. Gadis itu terlihat ragu untuk mengetuk pintu ruangan
Siwon. Kau bingung bagaimana Siwon mengetahui detailnya ?
Tentu
saja, layar komputer pria itu menampilkan sisi tivi seluruh bagian kantornya.
Siwon
kesal karena pintu ruangannya tak kunjung dibuka oleh Jooyeon. Ia menekan
tombol di remote control untuk pintu ruangannya agar terbuka. Jooyeon nampak
sedikit terkejut. Tapi gadis itu berhasil mengubah ekspresi keterkejutannya
menjadi ekspresi datar. Ekspresi yang selalu ia tampilkan saat bertemu Siwon.
“Tak
bisakah kau mengubah ekspresi wajahmu itu menjadi lebih bersahabat, Jooyeon-ah
?”
Jooyeon
menghampiri Siwon tanpa membalas pertanyaannya. Jooyeon berdiri tepat dihadapan
Siwon. Eum, maksudku berdiri di seberang meja kerja Siwon.
“Apa
lagi yang kau inginkan ?” tanya Jooyeon tanpa basa-basi.
“Duduklah
dulu sayang, kendalikan emosimu. Tak baik berbicara dengan seorang Choi Siwon
dalam keadaan marah.” Siwon bangkit dari kursinya, mendekati Jooyeon yang kini
menatapnya tajam.
“Tak
perlu berbasa-basi, aku tahu kau pasti menginginkan sesuatu untuk rencana
gilamu itu.”
“Oh-ho,
sebesar itukah rasa cintamu padaku ? Sampai-sampai kau hafal tabiatku.” Siwon
merapatkan tubuhnya ke tubuh Jooyeon. Dihirupnya aroma rambut gadis itu.
“Kau
tetap sama, bahkan aroma tubuhmu pun tetap sama.” Bisik Siwon tepat di telinga
Jooyeon, membuat gadis itu mati-matian menahan geli.
“Jaga
ucapanmu, kata-katamu terlalu vulgar untuk seorang presdir sepertimu.”
Siwon
terkekeh. “Benarkah ? Lalu, apakah martabatku akan jatuh jika aku berkata
vulgar dihadapan istriku sendiri ?” Siwon memainkan rambut panjang Jooyeon.
Jooyeon
tertawa miris. “Istri ? Kau masih menganggapku begitu setelah apa yang kau
lakukan padaku dan keluargaku ?”
“Ssstt,
kau salah persepsi sayang. Aku tak pernah mencampakkanmu ataupun menghancurkan
keluargamu seperti yang kau fikirkan selama ini. Aku masih amat sangat
mencintaimu. Tempatmu tak pernah terganti oleh siapapun.” Siwon mendekap erat
tubuh Jooyeon dari belakang.
“Omong
kosong. Kau belum puas juga ? Kau ambil perusahaan ayahku, kau buat ayah dan
ibuku meninggal, kau paksa ayahku untuk menikahkanmu denganku ? Kau benar-benar
busuk Choi Siwon !”
“Cukup
!” Jooyeon tersentak tatkala Siwon membentaknya tepat di telinganya. Pria itu
memutar tubuh Jooyeon. Membuat gadis itu tak bisa bergerak karena tubuhnya
terhimpit meja dan tubuh Siwon tentu saja.
“Itukah
yang kaufikirkan akan diriku selama ini ? Itu jugakan yang membuatmu pergi
setelah resepsi pernikahan kita dan tak pernah kembali padaku sampai akhirnya
aku menemukanmu 3 bulan setelahnya ?!” ucap Siwon berapi-api. Ia semakin
merapatkan tubuhnya. Membuat Jooyeon semakin terhimpit.
“Aku,
tak pernah mengambil perusahaan ayahmu, aku juga tak pernah membunuh kedua
orang tuamu, dan aku, tak pernah memaksa ayahmu untuk menikahkanku denganmu !”
Siwon meletakkan kedua tangannya di permukaan meja, tubuhnya semakin lama
semakin mencondong, membuat Jooyeon mau tak mau ikut-ikutan mencondongkan
tubuhnya. Membuatnya nyaris setengah terlentang di meja.
“Ayahmu,
memiliki hutang dengan bank. Sekalipun perusahaannya dijual, tak akan mampu
menutupi seluruh hutang-hutang perusahaan. Lalu dia datang padaku, meminta
bantuanku agar seluruh hutang perusahaannya lunas. Sebagai imbalannya,
perusahaan itu akan berada di bawah kendali Hyundai. Lalu kematian kedua orang
tuamu, bukan aku yang melakukannya. Saat perjalanan ke Apgujeong 6 bulan lalu
mobil kedua orang tuamu di hadang oleh sekelompok preman, karena tak mau
mengambil resiko, preman-preman itu membajak mobil orang tuamu lalu
memasukkannya ke jurang. Seolah-olah orang tuamu meninggal karena kecelakaan.
Dan aku yang memaksa ayahmu untuk menikahkan kita ? Kau bodoh atau apa ? Ayahmu
sendiri yang memintaku untuk menikahimu, karena ia takut hidupmu tak akan
terjamin jika kau tak menikah denganku.”
Kini
Jooyeon benar-benar terlentang di meja kerja Siwon. Bahkan kini tubuhnya dengan
tubuh Siwon tak berjarak.
“Tapi
kau dengan piciknya berfikiran bahwa aku penyebab semuanya ? Aku memang pria
yang lebih suka menghabiskan malamnya di bar daripada pulang ke rumah. Aku juga
seorang pria yang angkuh nan ambisius. Tapi aku tak sekejam dan tak sepicik
itu, Yeon-ie.”
Sekuat
tenaga Jooyeon mendorong tubuh Siwon. Dan berhasil !!
Tubuh
Siwon kembali tegak, tapi tidak dengan tubuhnya sendiri. Siwon berbalik. Pria
itu mengambil remote controlnya tadi. Membuat salah satu lemari buku di sudut
ruangannya bergeser, menampakkan sebuah ruangan dibaliknya. Siwon memasuki
ruangan itu yang sepertinya itu adalah sebuah kamar.
Jooyeon
sempat melihat sudut mata Siwon berair tadi. Benarkah ucapak Siwon tadi ?
Benarkah
bahwa selama ini justru dirinya lah yang memiliki pemikiran picik ? Bukan Siwon
?
Jooyeon
berjalan mengikuti Siwon. Dilihatnya pria itu tengah mengambil sebotol wine di
lemari kecil dekat jendela kaca besar kamarnya. Tanpa gelas, Siwon mulai
menegak minuman dengan kadar alkohol yang lumayan tinggi itu.
Jooyeon
mengikuti Siwon yang kini telah duduk di sofa putih gading yang menghadap
langsung ke jendela. Keduanya diam. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.
“Pulanglah,
aku tak akan merubuhkan panti, aku akan mencari lahan lain. Aku tak sekejam itu
hanya demi sebuah megamall.” Desis Siwon tajam. Tatapan pria itu menyiratkan
kelelahan. Entah lelah karena fisik, atau lelah akan fikirannya.

Jooyeon
memberanikan dirinya untuk mendekat. Tangannya perlahan terulur. Di sentuhnya
lembut pundak Siwon. Lelaki yang 6 bulan lalu resmi menjadi suaminya. Tapi
hanya sehari, karena setelah resepsi pernikahan, Jooyeon melarikan diri.
Di
usapnya lembut bahu Siwon. “Mianhae.” Sesal Jooyeon.
Siwon
diam tak bergeming. Berusaha mengontrol emosinya.
“Maaf
untuk semuanya. Maaf karena aku telah
berfikiran buruk tentangmu. Maaf karena aku meninggalkanmu. Maaf..”
“Dwaesseo.
Berhentilah mengucapkan kata maaf.” Potong Siwon tanpa melihat Jooyeon.
“Jangan
memaksakan dirimu untuk menahan bebanmu sendirian. Ada aku, aku tahu ini
mungkin terlambat. Tapi tak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki
semuanya ?” tanya Jooyeon pelan. Ia cukup tahu diri untuk menyadari bahwa
ucapannya barusan sungguh memalukan. Istri macam apa yang tega meninggalkan
suaminya, berfikiran buruk akan suaminya, menentang suaminya, bahkan tak
menganggap keberadaan suaminya sendiri. Dan sekarang ? meminta untuk diberi
kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya ?
Jooyeon
yakin, Siwon tak akan memberinya kesempatan itu. tapi tak salah jika ia
mencobanya dulu kan ?
“Aku
tak akan memaksamu, tapi aku berharap kau masih menyisakan maaf untukku, oppa.”
Nada bicara Jooyeon memelan ketika mengucapkan satu kata terakhir.
Siwon
menatap Jooyeon cepat. Kupingnya masih normalkan ? Ia yakin tadi Jooyeon
memanggilnya ‘oppa’. Apakah itu berarti ?
Jooyeon
menganggukkan kepalanya, seolah mengerti arti tatapan Siwon tadi. Gadis itu
tersenyum tulus. Senyum pertama yang ia berikan untuk Siwon.
Siwon
menarik tubuh Jooyeon kepelukannya. Memeluk erat tubuh gadis itu seolah enggan
berharap jika itu mimpi. Ia menghela nafas lega. Lega bahwa akhirnya ia bisa
membuat seorang Nam Jooyeon mempercayainya. Ia menghirup lama aroma bunga
tanjung yang melekat di tubuh istrinya. Aroma yang begitu ia sukai. Aroma yang
menjadi ciri khas seorang Nam Jooyeon.
Cukup
lama keduanya berada di posisi itu. Sampai Siwon yang memulai terlebih dahulu.
Pria itu meregangkan pelukannya.
“Pulanglah,
anak-anak panti pasti mencarimu.” Siwon menyelipkan beberapa helai anak rambut
Jooyeon ke belakang telingan gadis itu. membuat Jooyeon sejenak menutupkan
kedua kelopak matanya, menikmati sentuhan lembut Siwon.
“Shireo,
aku ingin disini. Bersama suamiku.” Jooyeon kembali membuka matanya.
“Kau
yakin ? Aku pria normal Yeon-ie.”
“Aku
tahu, lalu ?” Jooyeon merapatkan tubuhnya kepelukan Siwon.
“Kau
sudah terlalu sering bermain-main dengan wanita jalang di luar sana oppa. Dan
kau tahu, itu membuatku muak.” Jooyeon memainkan letak dasi Siwon.
Siwon
terkekeh. Beginikan tingkah jinak Jooyeon ?
“Jangan
tertawa ! aku hanya berusaha memainkan peranku sebagai seorang istri sebaik
mungkin.” Sungut Jooyeon, masih dengan memainkan dasi Siwon yang nyaris
terlepas.
“Jangan
menggodaku Yeon-ie.” Siwon mencegah kedua tangan Jooyeon yang kini tengah
membuka kancing kemeja putihnya.
“Aku
tak menggodamu oppa. Aku hanya sedang melakukan apa yang seharusnya kau lakukan
sejak enam bulan yang lalu.” Jooyeon masih keukeuh membuka kancing kemeja
Siwon.
“Kau
yakin mau melakukannya ? Tak menyesal ?” kini Siwon ikut membantu kegiatan
istrinya membuka kancing kemejanya sendiri.
Jooyeon
menggeleng. Gadis itu tersenyum tatkala seluruh kancing kemeja Siwon terbuka.
Menampakkan otot-otot perut Siwon yang menawan. Perlahan namun pasti, jemari
Jooyeon menyentuh permukaan kulit perut Siwon, membuat sang empunya memejamkan
mata.
Siwon
membuka matanya cepat tatkala jemari Jooyeon tak lagi menyentuh perutnya,
tetapi meningkat satu level. Kini gadis itu mengusap lembut perut sixpack
Siwon.
“Kau
yang meminta, Nam Jooyeon.” Siwon melepaskan bolero hitam Jooyeon tak sabaran.
Benar
dugaan Siwon tadi, dress Jooyeon berlengan pendek. Hanya sebatas bahu gadis itu
saja.
“Lakukanlah
apa yang ingin kau lakukan oppa.”
Tak
menunggu lama, Siwon segera merebahkan tubuh Jooyeon kebelakang seraya
mendaratkan bibirnya ke bibir gadis itu. di lumatnya lembut bibir Jooyeon,
menikmati di setiap inchinya bibir yang sejak enam bulan lalu seharusnya
menjadi miliknya tapi baru sekarang hal itu benar-benar terjadi.
Siwon
membuka 3 kancing depan dress Jooyeon. Ya, dress yang Jooyeon tak menggunakan
resliting belakang sebagai pengait. Melainkan kancing yang terletak di bagian
depan dress itu sendiri.
“Bolehkan
?” tanya Siwon setelah ia melepaskan tautan panjangnya.
Jooyeon
menjawabnya dengan anggukan kepala disertai senyuman.
_LLL_
Suara
bising kendaraan membuat tidur Jooyeon terganggu. Gadis itu menggerakkan
tubuhnya yang entah kenapa terasa sakit di setiap bagiannya. Lehernya, bahu,
bahkan beberapa bagian tubuhnya yang lain masih terasa perih. Oh ayolah, tanpa
kuberitahu pun, kau pasti sudah tahu maksudku kan ?
Jangan
munafik bung :D
Kau
sudah cukup dewasa untuk mengetahuinya bukan ?
Gadis
itu menoleh ke samping, tak ada siapapun di sampingnya. Ia mengamati keadaannya
sendiri. Cukup lega tatkala menemukan selimut putih tebal yang menutupi tubuh
lopos(?)nya. *dilarang keras menulis
kalimat ‘polos’ dengan jelas :D
Giloooo :D
Retina
matanya menangkap bayangan seseorang yang tengah berdiri memunggunginya di
balkon kamar hanya dengan sebuah handuk putih yang melilit tubuhnya. Siapa lagi
kalau bukan Siwon ?

Jooyeon
melilitkan selimut itu keseluruh
tubuhnya. Membuat bagian leher sampai kepalanya saja yang terlihat.
“Oppa.”
Panggilnya pelan membuat Siwon berbalik. Bibir pria itu mengembangkan senyum
manis. Membuat Jooyeon ikut mengembangkan senyumnya. Siwon merentangkan kedua
tangannya, seolah memerintah Jooyeon untuk
memeluknya. Tentu saja dengan senang hati Jooyeon melakukannya. Gadis
itu menghambur ke pelukan Siwon.
“Masuk
oppa, kau mau kita jadi tontonan gratis warga Seoul pagi ini ?” tanya Jooyeon.
“Sebentar
lagi sayang, aku hanya ingin menikmati pagiku. Apa tidurmu nyenyak ?”
“Kau
bertanya atau meledekku oppa ?” Jooyeon melepaskan pelukannya. Gadis itu
menggigit bibir bawahnya kesal.
Siwon
terkekeh di buatnya. “Tentu saja aku bertanya. Mandilah, setelah itu ikut aku.”
“Kemana
?”
“Jeju,
Resort baru Hyundai baru saja selesai dibangun, dan malam nanti aku harus membuka
peresmian resort khusus pasangan pengantin itu. dan kau, sebagai nyonya Choi,
wajib hadir dalam acara resmi itu. Arra ?”
Jooyeon
menganggukkan kepalanya. “Arra-yo. Keundae, bagaimana dengan pakaianku ?”
Siwon
tersenyum geli. “Di lemari. Pilihlah sesuai keinginanmu.”
_LLL_
Jooyeon
tercengang ketika melihat suaminya tengah berkaca di depan kaca. Membenahi
letak rambutnya.
“Oppa
!”
Seketika
Siwon menoleh.
“Kau
lihat aku memakai baju warna apa ?”

“Dan
kau memakai kemeja birumu itu ?”
Jooyeon
menghampiri lemari. Gadis itu memilih beberapa kemeja untuk Siwon.
“Aku
bahkan susah payah memilih baju agar lukisan abstrakmu di tengkuk dan bahuku
tak kelihatan, tapi kau malah memilih pakaian yang membuat kita tampak konyol ?
Ini acara resmi oppa, tapi lihat, kau bahkan terlihat seperti seorang pemuda
yang hendak pergi kencan.” Omel Jooyeon seraya mengganti kemeja Siwon.
“Tapi
aku terlihat tampan menggunakan kemeja itu.”
“Memang,
tapi akan tampak konyol jika bersanding denganku. Lenganmu.” Jooyeon memakaikan
Siwon kemeja yang baru.
“Jangan
permalukan dirimu sendiri oppa. Kau itu sorang president directur. Bagaimana
mungkin seorang pemimpin Hyundai Group tak pandai memilih pakaian ?”
“Begini
kan lebih tampan. Dan serasi dengan pakaianku.”
“Kau
dengar ucapanku tadi ? Jangan salah memilih pakaian. Oppa Arra-yo ?”

“Iya
nyonya Choi yang cerewet.” Siwon mencubit kedua pipi Jooyeon membuat gadis itu
meringis sakit.
“Appo
!”
Suara
ketukan pintu membuat keduanya terdiam.
“Presdir,
pesawat berangkat satu jam lagi.” Teriak seseorang yang kuyakini itu Jaemoo.
“Arra,
siapkan mobilnya, kami akan keluar sebentar lagi.” Jawab Siwon. Pria itu
melepas jas hitamnya.
“Bawa
dulu, aku akan memakainya ketika sampai di Jeju.” Siwon memberikan jasnya ke
Jooyeon.
“Kenapa
begitu ?” Tanya Jooyeon bingung.
Siwon
mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri.
“Supaya
terlihat romantis, istriku sayang.”
_END_
Eotthae
?
Jelekkah
?
Cerita
pasaran ?
Tak
menarik ?
Ending
yang jahat ?
Alur
berantakan ?
Tulisan
ceker ayam ?
Bahasa
belibet ?
Huee,
saya harap komentar kalian membangun(?), dan tidak mematahkan semangat saya
-_
-
Maaf
kalau ada penulisan yang salah, maaf juga kalau saya merubah karakter Siwon
oppa di ff ini. Semoga Siwon oppa tidak menuntut saya atas pencemaran nama baik
dan mengubah karakter. Atau apalah. Saya angkat bendera putih kalau sampai itu
terjadi *berlebihan :D
Jangan
lupa komentarnya, kalau nggak komentar, saya juga tidak mau memberikan tag ff
saya ke kalian :P *ceritanya ngancem :D
Happy
Reading^^
-CIA-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar