Senin, 17 Juni 2013

[Siwon-Jooyeon] Mine

Title : Mine

Author : Cia

Genre : Fiction

Rate : +17

Cast :

.:. Choi Siwon

.:. Nam Jooyeon

.:. Other

 

_Story Begin_

 

Bising !

 

Sekalipun kau berteriak, tak akan ada yang menghiraukanmu. Disinilah para penggila dunia malam berkumpul. Entah aku harus menyebutnya apa. Bar ?

Kurang lebih begitu, tapi.

Diskotik ?

Mungkin juga, tapi.

Kasino ?

Benar, tapi.

Hotel ?

 

Ah, begini saja, sebut saja crazy world building. Disini, kau tak hanya menemukan sekumpulan orang gila yang menari gila pula di manapun itu tempatnya. Lantai, kursi, atas meja. Semua tempat ‘halal’ untuk ‘mereka’ jadikan tempat menari.

 

Sekumpulan pria yang tengah ‘bermain’ dengan wanita setengah telanjang ?

Atau sekumpulan pria yang tengah berlomba menegak habis minuman dengan kadar alkohol tinggi ?

Atau mungkin, sekumpulan pria yang tengah menghamburkan harta mereka di meja judi ?

 

Silahkan pilih. Kau mau yang tua ? matang ? muda ? atau nyaris mati ?

Tersedia sangat banyak disini. Begitu pula dengan wanita-wanitanya. Kau mau yang berpakaian seseksi apa ? atau, kau mau yang hanya memakai ‘Two Piece’ saja ?

Oh ho. Tak terhitung jumlahnya disini.

 

Description: D:\Super Junior Album\Member\Choi Siwon\siwon-gq-1.jpgDi salah satu sudut bar, seorang pria dengan potongan rambut yang tak terlalu tebal namun tak terlalu tipis pula, alis tebal, hidung mancung. Cukup membuat kedua pupilmu keluar. Kurasa. Tengah menikmati rokoknya.  Jas hitam yang tak ia kancingkan, kemeja biru laut dengan dasi hitam yang longgar, membuatnya semakin menawan dimata gadis manapun.

 

 

 

 

 

 

 

Choi Siwon, president directur dari Hyundai Group. Nama perusahaan yang digunakan pula untuk beberapa hotel mewah dan supermarket milik keluarga besarnya. Ia generasi kedua Hyundai Group, setelah ayahnya An Drew Choi.

 

Seorang gadis dengan pakaian yang, WAAAUUUWW menghampirinya. Bagaimana tidak ? Mini dress hitam yang hanya menutupi sampai pangkal pahanya, belum lagi belahan dada dari dress itu yang kelewat rendah, membuat siapapun yang memakainya tak ubahnya seorang pelacur. Setidaknya itu pendapatku.

 

“Butuh teman ? kulihat kau sering datang kemari, tapi tak pernah sekalipun kau tertarik pada salah satu diantara kami.” Gadis itu duduk begitu saja disamping Siwon seraya menatap seduktif kearah Siwon.

 

“Kami ? siapa yang kau maksud kami ? Sejenismu ?” ucap Siwon acuh. Pria itu asyik menghisap rokoknya. Tak memperdulikan keadaan wanita disampingnya.

 

“Kata-katamu terlalu kasar tuan. Tapi tak apa, aku lebih menyukai pria sepertimu daripada pria-pria yang berpura-pura bercakap manis.” Gadis itu bergelayut manja di lengan Siwon.

“Kau yakin tak memerlukan bantuanku untuk sekedar menuangkan campagne mungkin ? atau, lebih ?” bisik gadis itu seduktif.

 

“Jangan menggodaku nona.” Gumam Siwon saat gadis itu mulai menggoda Siwon. Hey, kau tau yangkumaksud ‘menggoda’ kan ?

 

Gadis itu tak bergeming. Ia justru semakin gencar menggoda Siwon.

 

Dan itu cukup membuat pertahanan Siwon runtuh. Pria itu menggeram kesal. Sedangkan wanita tadi ? tentu saja ia kegirangan karena berhasil menggoda seorang Choi Siwon.

 

Siwon berdiri, ia menarik kasar tangan wanita tadi.

 

“Wow, calm down baby.” Wanita itu mengikuti langkah lebar Siwon dengan susah payah.

 

_LLL_

 

Backsound : Lee Sae Jun – Tada Kimi Dake o

 

Nam Jooyeon, gadis berambut panjang itu tengah tersenyum riang menikmati angin pagi yang menampar permukaan kulitnya. Seolah tak ada beban dalam hidupnya. Senyum gadis itu semakin mengembang tatkala kicauan burung ikut mewarnai pagi cerahnya.

 

“Pertengahan musim semi.” Gumamnya pelan.

 

“Noona !”

 

Kedua kelopak mata Jooyeon terbuka ketika telinganya menangkap suara seorang anak yang tak asing lagi.

 

“Yongjun-ah.” Sapa Jooyeon ketika anak kecil tadi menghampirinya. Jooyeon berjongkok, menyamakan tingginya dengan anak kecil dihadapannya.

 

“Berapa kali noona bilang padamu untuk berhenti memakan coklat, eum ? Lihat, gigimu bahkan tak lebih banyak dari gigi Nenek Han.” Goda Jooyeon.

 

Sedangkan Yongjun ? anak kecil itu hanya tersenyum tanpa dosa. Membuat Jooyeon semakin gemas padanya.

 

 

“Jooyeon-ah.”

 

Jooyeon seketika menoleh saat suara ibu panti memanggilnya. Ada nada kecemasan disana.

 

Ya, disinilah seorang Nam Jooyeon berada. Panti asuhan. Dan Yongjun, anak kecil tadi adalah salah satu penghuni panti asuhan ini.

 

_LLL_

 

Dering telephone membuat tidur sepasang manusia terjaga. Siwon, pria itu meraba nakas disampingnya tanpa mengubah posisi tidur telungkupnya.

 

“Mmm ?” jawabnya tanpa melihat siapa yang menelponnya pagi ini.

 

Entah apa yang didengarnya, seketika itu pula kedua mata Siwon terbuka. “Mwo ?! Kau tahan mereka dulu, aku tak mau mereka bertindak anarkis.”

 

Ditekannya tombol merah pada layar i-phonenya.

 

“Nugu ?” tanya seorang gadis yang tidur disebelah Siwon tanpa membuka kelopak matanya.

 

“Bukan urusanmu.” Siwon bangkit dari tidurnya. Ia memunguti seluruh pakaiannya yang berserakan di lantai sebelum memasuki kamar mandi.

 

“Cih, difikirnya aku peduli apa ? aku kan hanya basa-basi.” Gerutu gadis itu.

 

“Aku mendengarnya wanita jalang !” pekik Siwon dari kamar mandi.

 

“Cih, bahkan ia tetap memanggilku wanita jalang setelah tadi malam. Menggelikan sekali kau Choi Siwon.” Batin gadis itu.

 

 

_LLL_

 

 

“Agassi, kami tak memiliki wewenang untuk semua permintaan kalian.” Jang Jaemoo, sekertaris Siwon itu nampak pasrah menghadapi sekelompok wanita yang tengah demo di depan Hyundai Art Building.

 

“Jangan berbohong tuan, kami tau kalian pasti ikut andil dalam proyek baru kalian itu kan ? Kenapa harus tanah panti yang kalian jadikan tempat proyek kalian itu ?” Jooyeon, gadis itu mewakili seluruh pendemo mengutarakan ketidaksetujuannya atas proyek baru Hyundai.

 

“Memang itu proyek Hyundai nona, tapi semua keputusan ada di tangan Presdir kami. Jadi kalau nona mau protes, silahkan temui Presdir kami.”

 

“Sedari tadi kau bilang agar kami menemui presdir kalian, tapi dimana ? Kau bahkan tak bilang dimana presdirmu itu berada.” Ucap Jooyeon tak lagi bisa mengontrol emosinya.

 

Sebuah Renaunlt Samsung SM5 hitam datang dengan kecepatan penuh. Dan hal itu nyaris membuat tubuh  Jooyeon dan beberapa pendemo ambruk kebelakang karena berusaha menghindar agar tak tertabrak.

 

“Michin saram.” Umpat Jooyeon kesal. Dia menanyakan keadaan beberapa pendemo lainnya.

 

Siwon keluar dari mobilnya dengan angkuh. Bagai slowmotion, pria itu melepas kaca mata hitamnya. Membuat beberapa orang termasuk saya^^ terpana. Tapi tentu saja itu tak berlaku untuk Jooyeon.

 

Jaemoo membungkuk hormat kearah Siwon, setelahnya pria itu mengambil alih kemudi Siwon, memindahkan mobil dengan harga selangit itu ke tempat parkir.

 

“Begitukah kelakuan orang kaya ? Sombong, egois, menjijikan. Aku tak mau jadi orang kaya jika gambarannya saja membuat mataku sakit.” Sindir Jooyeon. Tentu saja menyindir kelakuan Siwon barusan, kau fikir apalagi ?

 

Siwon tau seseorang tengah membicarakannya. Pria itu menarik senyum meremehkan. Ia membalikkan tubuhnya. Mengamati setiap jengkal tubuh Jooyeon.

 Senyum meremehkannya tadi berubah menjadi senyum yang, entahlah. Aku bahkan tak bisa mendeskripsikannya.

 

Jooyeon merasa jengah mendapat tatapan Siwon. Ia merasa ditelanjangi hanya dengan tatapan itu.

Nam Jooyeon, akhirnya. Setelah sekian lama, kau datang sendiri padaku. Gumam batin Siwon senang.

 

Siwon melangkahkan kakinya pelan mendekati Jooyeon.

 

“Kau yang bertanggung jawab atas kericuhan ini nona Nam ?” tanya Siwon santai seraya menatap manik mata Jooyeon.

 

Jooyeon menghindari kontak mata dengan Siwon. Entah apa yang di rasanya sehingga ia tak mau beradu pandang dengan Siwon.

 

“Iya. Dan tuan Choi yang terhormat, bisakah kau mencabut keputusanmu untuk menghancurkan panti dan mengubahnya menjadi megamall ?”

 

“Woow, kau terlalu to the point nona Nam. Tak bisakah kita bicarakan ini secara perlahan ?” ucap Siwon santai. Diliriknya Casio perak yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Temui aku malam ini di ruanganku jam 7 malam. Sekarang aku ada meeting penting. Maaf belum bisa mengabulkan permintaanmu .” Siwon mengedipkan sebelah matanya membuat kekesalan Jooyeon meningkat 100º.

 

“Aku tak suka menunggu nona Nam.” Ucap Siwon sesaat sebelum berbalik pergi memasuki gedungnya.

 

“Geu saram jinjja.” Maki Jooyeon dalam hati.

 

“Kita pulang bibi.” Jooyeon berbalik, mengajak beberapa pendemo untuk pulang.

 

“Tapi nasib panti bagaimana Yeon-ie ?” bibi Han, salah satu pengasuh di panti bertanya dengan cemas.

 

“Pria itu memintaku untuk menemuinya malam ini. Kuharap nanti malam ia mabuk, sehingga membatalkan proyek megamall nya.”

 

 

_LLL_

 

 

Siwon mulai jengah menatapi casio perak kesayangannya.

 

“Kau telat 13 menit 27 detik Nam Jooyeon, selamat menikmati konsekuensi atas keterlambatanmu.” Gumamnya seraya menatap layar komputernya. Disana nampak seorang Jooyeon yang tengah memakai dress putih berkerah dengan dilapisi bolero hitam lengan panjang. Siwon yakin dress itu berlengan pendek. Oh ayolah, apa yang tidak Siwon ketahui tentang Jooyeon ?

 

Bahkan Siwon tahu  jika warna favorit Jooyeon adalah putih. Siwon juga tahu jika Jooyeon belum pernah berciuman. Hal yang jarang terjadi pada gadis seumuran Jooyeon di korea maupun di negara lain.

 

Sosok Jooyeon berpindah tempat. Gadis itu terlihat ragu untuk mengetuk pintu ruangan Siwon. Kau bingung bagaimana Siwon mengetahui detailnya ?

Tentu saja, layar komputer pria itu menampilkan sisi tivi seluruh bagian kantornya.

 

Siwon kesal karena pintu ruangannya tak kunjung dibuka oleh Jooyeon. Ia menekan tombol di remote control untuk pintu ruangannya agar terbuka. Jooyeon nampak sedikit terkejut. Tapi gadis itu berhasil mengubah ekspresi keterkejutannya menjadi ekspresi datar. Ekspresi yang selalu ia tampilkan saat bertemu Siwon.

 

“Tak bisakah kau mengubah ekspresi wajahmu itu menjadi lebih bersahabat, Jooyeon-ah ?”

 

Jooyeon menghampiri Siwon tanpa membalas pertanyaannya. Jooyeon berdiri tepat dihadapan Siwon. Eum, maksudku berdiri di seberang meja kerja Siwon.

 

“Apa lagi yang kau inginkan ?” tanya Jooyeon tanpa basa-basi.

 

“Duduklah dulu sayang, kendalikan emosimu. Tak baik berbicara dengan seorang Choi Siwon dalam keadaan marah.” Siwon bangkit dari kursinya, mendekati Jooyeon yang kini menatapnya tajam.

 

“Tak perlu berbasa-basi, aku tahu kau pasti menginginkan sesuatu untuk rencana gilamu itu.”

 

“Oh-ho, sebesar itukah rasa cintamu padaku ? Sampai-sampai kau hafal tabiatku.” Siwon merapatkan tubuhnya ke tubuh Jooyeon. Dihirupnya aroma rambut gadis itu.

 

“Kau tetap sama, bahkan aroma tubuhmu pun tetap sama.” Bisik Siwon tepat di telinga Jooyeon, membuat gadis itu mati-matian menahan geli.

 

“Jaga ucapanmu, kata-katamu terlalu vulgar untuk seorang presdir sepertimu.”

 

Siwon terkekeh. “Benarkah ? Lalu, apakah martabatku akan jatuh jika aku berkata vulgar dihadapan istriku sendiri ?” Siwon memainkan rambut panjang Jooyeon.

 

Jooyeon tertawa miris. “Istri ? Kau masih menganggapku begitu setelah apa yang kau lakukan padaku dan keluargaku ?”

 

“Ssstt, kau salah persepsi sayang. Aku tak pernah mencampakkanmu ataupun menghancurkan keluargamu seperti yang kau fikirkan selama ini. Aku masih amat sangat mencintaimu. Tempatmu tak pernah terganti oleh siapapun.” Siwon mendekap erat tubuh Jooyeon dari belakang.

 

“Omong kosong. Kau belum puas juga ? Kau ambil perusahaan ayahku, kau buat ayah dan ibuku meninggal, kau paksa ayahku untuk menikahkanmu denganku ? Kau benar-benar busuk Choi Siwon !”

 

“Cukup !” Jooyeon tersentak tatkala Siwon membentaknya tepat di telinganya. Pria itu memutar tubuh Jooyeon. Membuat gadis itu tak bisa bergerak karena tubuhnya terhimpit meja dan tubuh Siwon tentu saja.

 

“Itukah yang kaufikirkan akan diriku selama ini ? Itu jugakan yang membuatmu pergi setelah resepsi pernikahan kita dan tak pernah kembali padaku sampai akhirnya aku menemukanmu 3 bulan setelahnya ?!” ucap Siwon berapi-api. Ia semakin merapatkan tubuhnya. Membuat Jooyeon semakin terhimpit.

 

“Aku, tak pernah mengambil perusahaan ayahmu, aku juga tak pernah membunuh kedua orang tuamu, dan aku, tak pernah memaksa ayahmu untuk menikahkanku denganmu !” Siwon meletakkan kedua tangannya di permukaan meja, tubuhnya semakin lama semakin mencondong, membuat Jooyeon mau tak mau ikut-ikutan mencondongkan tubuhnya. Membuatnya nyaris setengah terlentang di meja.

 

“Ayahmu, memiliki hutang dengan bank. Sekalipun perusahaannya dijual, tak akan mampu menutupi seluruh hutang-hutang perusahaan. Lalu dia datang padaku, meminta bantuanku agar seluruh hutang perusahaannya lunas. Sebagai imbalannya, perusahaan itu akan berada di bawah kendali Hyundai. Lalu kematian kedua orang tuamu, bukan aku yang melakukannya. Saat perjalanan ke Apgujeong 6 bulan lalu mobil kedua orang tuamu di hadang oleh sekelompok preman, karena tak mau mengambil resiko, preman-preman itu membajak mobil orang tuamu lalu memasukkannya ke jurang. Seolah-olah orang tuamu meninggal karena kecelakaan. Dan aku yang memaksa ayahmu untuk menikahkan kita ? Kau bodoh atau apa ? Ayahmu sendiri yang memintaku untuk menikahimu, karena ia takut hidupmu tak akan terjamin jika kau tak menikah denganku.”

 

Kini Jooyeon benar-benar terlentang di meja kerja Siwon. Bahkan kini tubuhnya dengan tubuh Siwon tak berjarak.

 

“Tapi kau dengan piciknya berfikiran bahwa aku penyebab semuanya ? Aku memang pria yang lebih suka menghabiskan malamnya di bar daripada pulang ke rumah. Aku juga seorang pria yang angkuh nan ambisius. Tapi aku tak sekejam dan tak sepicik itu, Yeon-ie.”

 

Sekuat tenaga Jooyeon mendorong tubuh Siwon. Dan berhasil !!

Tubuh Siwon kembali tegak, tapi tidak dengan tubuhnya sendiri. Siwon berbalik. Pria itu mengambil remote controlnya tadi. Membuat salah satu lemari buku di sudut ruangannya bergeser, menampakkan sebuah ruangan dibaliknya. Siwon memasuki ruangan itu yang sepertinya itu adalah sebuah kamar.

 

Jooyeon sempat melihat sudut mata Siwon berair tadi. Benarkah ucapak Siwon tadi ?

Benarkah bahwa selama ini justru dirinya lah yang memiliki pemikiran picik ? Bukan Siwon ?

 

Jooyeon berjalan mengikuti Siwon. Dilihatnya pria itu tengah mengambil sebotol wine di lemari kecil dekat jendela kaca besar kamarnya. Tanpa gelas, Siwon mulai menegak minuman dengan kadar alkohol yang lumayan tinggi itu.

 

Jooyeon mengikuti Siwon yang kini telah duduk di sofa putih gading yang menghadap langsung ke jendela. Keduanya diam. Sibuk dengan pemikiran masing-masing.

 

“Pulanglah, aku tak akan merubuhkan panti, aku akan mencari lahan lain. Aku tak sekejam itu hanya demi sebuah megamall.” Desis Siwon tajam. Tatapan pria itu menyiratkan kelelahan. Entah lelah karena fisik, atau lelah akan fikirannya.

 

Jooyeon memberanikan dirinya untuk mendekat. Tangannya perlahan terulur. Di sentuhnya lembut pundak Siwon. Lelaki yang 6 bulan lalu resmi menjadi suaminya. Tapi hanya sehari, karena setelah resepsi pernikahan, Jooyeon melarikan diri.

 

Di usapnya lembut bahu Siwon. “Mianhae.” Sesal Jooyeon.

 

Siwon diam tak bergeming. Berusaha mengontrol emosinya.

 

“Maaf untuk semuanya. Maaf  karena aku telah berfikiran buruk  tentangmu. Maaf  karena aku meninggalkanmu. Maaf..”

 

“Dwaesseo. Berhentilah mengucapkan kata maaf.” Potong Siwon tanpa melihat Jooyeon.

 

“Jangan memaksakan dirimu untuk menahan bebanmu sendirian. Ada aku, aku tahu ini mungkin terlambat. Tapi tak bisakah kau memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya ?” tanya Jooyeon pelan. Ia cukup tahu diri untuk menyadari bahwa ucapannya barusan sungguh memalukan. Istri macam apa yang tega meninggalkan suaminya, berfikiran buruk akan suaminya, menentang suaminya, bahkan tak menganggap keberadaan suaminya sendiri. Dan sekarang ? meminta untuk diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya ?

Jooyeon yakin, Siwon tak akan memberinya kesempatan itu. tapi tak salah jika ia mencobanya dulu kan ?

 

“Aku tak akan memaksamu, tapi aku berharap kau masih menyisakan maaf untukku, oppa.” Nada bicara Jooyeon memelan ketika mengucapkan satu kata terakhir.

 

Siwon menatap Jooyeon cepat. Kupingnya masih normalkan ? Ia yakin tadi Jooyeon memanggilnya ‘oppa’. Apakah itu berarti ?

 

Jooyeon menganggukkan kepalanya, seolah mengerti arti tatapan Siwon tadi. Gadis itu tersenyum tulus. Senyum pertama yang ia berikan untuk Siwon.

 

Siwon menarik tubuh Jooyeon kepelukannya. Memeluk erat tubuh gadis itu seolah enggan berharap jika itu mimpi. Ia menghela nafas lega. Lega bahwa akhirnya ia bisa membuat seorang Nam Jooyeon mempercayainya. Ia menghirup lama aroma bunga tanjung yang melekat di tubuh istrinya. Aroma yang begitu ia sukai. Aroma yang menjadi ciri khas seorang Nam Jooyeon.

 

Cukup lama keduanya berada di posisi itu. Sampai Siwon yang memulai terlebih dahulu. Pria itu meregangkan pelukannya.

 

“Pulanglah, anak-anak panti pasti mencarimu.” Siwon menyelipkan beberapa helai anak rambut Jooyeon ke belakang telingan gadis itu. membuat Jooyeon sejenak menutupkan kedua kelopak matanya, menikmati sentuhan lembut Siwon.

 

“Shireo, aku ingin disini. Bersama suamiku.” Jooyeon kembali membuka matanya.

 

“Kau yakin ? Aku pria normal Yeon-ie.”

 

“Aku tahu, lalu ?” Jooyeon merapatkan tubuhnya kepelukan Siwon.

“Kau sudah terlalu sering bermain-main dengan wanita jalang di luar sana oppa. Dan kau tahu, itu membuatku muak.” Jooyeon memainkan letak dasi Siwon.

 

Siwon terkekeh. Beginikan tingkah jinak Jooyeon ?

 

“Jangan tertawa ! aku hanya berusaha memainkan peranku sebagai seorang istri sebaik mungkin.” Sungut Jooyeon, masih dengan memainkan dasi Siwon yang nyaris terlepas.

 

“Jangan menggodaku Yeon-ie.” Siwon mencegah kedua tangan Jooyeon yang kini tengah membuka kancing kemeja putihnya.

 

“Aku tak menggodamu oppa. Aku hanya sedang melakukan apa yang seharusnya kau lakukan sejak enam bulan yang lalu.” Jooyeon masih keukeuh membuka kancing kemeja Siwon.

 

“Kau yakin mau melakukannya ? Tak menyesal ?” kini Siwon ikut membantu kegiatan istrinya membuka kancing kemejanya sendiri.

 

Jooyeon menggeleng. Gadis itu tersenyum tatkala seluruh kancing kemeja Siwon terbuka. Menampakkan otot-otot perut Siwon yang menawan. Perlahan namun pasti, jemari Jooyeon menyentuh permukaan kulit perut Siwon, membuat sang empunya memejamkan mata.

 

Siwon membuka matanya cepat tatkala jemari Jooyeon tak lagi menyentuh perutnya, tetapi meningkat satu level. Kini gadis itu mengusap lembut perut sixpack Siwon.

 

“Kau yang meminta, Nam Jooyeon.” Siwon melepaskan bolero hitam Jooyeon tak sabaran.

Benar dugaan Siwon tadi, dress Jooyeon berlengan pendek. Hanya sebatas bahu gadis itu saja.

 

“Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan oppa.”

 

Tak menunggu lama, Siwon segera merebahkan tubuh Jooyeon kebelakang seraya mendaratkan bibirnya ke bibir gadis itu. di lumatnya lembut bibir Jooyeon, menikmati di setiap inchinya bibir yang sejak enam bulan lalu seharusnya menjadi miliknya tapi baru sekarang hal itu benar-benar terjadi.

 

Siwon membuka 3 kancing depan dress Jooyeon. Ya, dress yang Jooyeon tak menggunakan resliting belakang sebagai pengait. Melainkan kancing yang terletak di bagian depan dress itu sendiri.

 

“Bolehkan ?” tanya Siwon setelah ia melepaskan tautan panjangnya.

 

Jooyeon menjawabnya dengan anggukan kepala disertai senyuman.

 

_LLL_

 

Suara bising kendaraan membuat tidur Jooyeon terganggu. Gadis itu menggerakkan tubuhnya yang entah kenapa terasa sakit di setiap bagiannya. Lehernya, bahu, bahkan beberapa bagian tubuhnya yang lain masih terasa perih. Oh ayolah, tanpa kuberitahu pun, kau pasti sudah tahu maksudku kan ?

Jangan munafik bung :D

Kau sudah cukup dewasa untuk mengetahuinya bukan ?

 

Gadis itu menoleh ke samping, tak ada siapapun di sampingnya. Ia mengamati keadaannya sendiri. Cukup lega tatkala menemukan selimut putih tebal yang menutupi tubuh lopos(?)nya. *dilarang keras menulis kalimat ‘polos’ dengan jelas :D

Giloooo :D

 

Retina matanya menangkap bayangan seseorang yang tengah berdiri memunggunginya di balkon kamar hanya dengan sebuah handuk putih yang melilit tubuhnya. Siapa lagi kalau bukan Siwon ?

Description: D:\Super Junior Album\Member\Choi Siwon\230421_368788019862343_562813175_n.jpg

Jooyeon melilitkan selimut  itu keseluruh tubuhnya. Membuat bagian leher sampai kepalanya saja yang terlihat.

 

“Oppa.” Panggilnya pelan membuat Siwon berbalik. Bibir pria itu mengembangkan senyum manis. Membuat Jooyeon ikut mengembangkan senyumnya. Siwon merentangkan kedua tangannya, seolah memerintah Jooyeon untuk  memeluknya. Tentu saja dengan senang hati Jooyeon melakukannya. Gadis itu menghambur ke pelukan Siwon.

 

“Masuk oppa, kau mau kita jadi tontonan gratis warga Seoul pagi ini ?” tanya Jooyeon.

 

“Sebentar lagi sayang, aku hanya ingin menikmati pagiku. Apa tidurmu nyenyak ?”

 

“Kau bertanya atau meledekku oppa ?” Jooyeon melepaskan pelukannya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya kesal.

 

Siwon terkekeh di buatnya. “Tentu saja aku bertanya. Mandilah, setelah itu ikut aku.”

 

“Kemana ?”

 

“Jeju, Resort baru Hyundai baru saja selesai dibangun, dan malam nanti aku harus membuka peresmian resort khusus pasangan pengantin itu. dan kau, sebagai nyonya Choi, wajib hadir dalam acara resmi itu. Arra ?”

 

Jooyeon menganggukkan kepalanya. “Arra-yo. Keundae, bagaimana dengan pakaianku ?”

 

Siwon tersenyum geli. “Di lemari. Pilihlah sesuai keinginanmu.”

 

_LLL_

 

Jooyeon tercengang ketika melihat suaminya tengah berkaca di depan kaca. Membenahi letak rambutnya.

Description: D:\Super Junior Album\Member\Choi Siwon\ghrtyt.jpg 

“Oppa !”

Seketika Siwon menoleh.

 

“Kau lihat aku memakai baju warna apa ?”

“Dan kau memakai kemeja birumu itu ?”

Jooyeon menghampiri lemari. Gadis itu memilih beberapa kemeja untuk Siwon.

 

“Aku bahkan susah payah memilih baju agar lukisan abstrakmu di tengkuk dan bahuku tak kelihatan, tapi kau malah memilih pakaian yang membuat kita tampak konyol ? Ini acara resmi oppa, tapi lihat, kau bahkan terlihat seperti seorang pemuda yang hendak pergi kencan.” Omel Jooyeon seraya mengganti kemeja Siwon.

 

“Tapi aku terlihat tampan menggunakan kemeja itu.”

 

“Memang, tapi akan tampak konyol jika bersanding denganku. Lenganmu.” Jooyeon memakaikan Siwon kemeja yang baru.

 

“Jangan permalukan dirimu sendiri oppa. Kau itu sorang president directur. Bagaimana mungkin seorang pemimpin Hyundai Group tak pandai memilih pakaian ?”

 

“Begini kan lebih tampan. Dan serasi dengan pakaianku.”

 

“Kau dengar ucapanku tadi ? Jangan salah memilih pakaian. Oppa Arra-yo ?”

Description: D:\Donlot\siwon.jpg

“Iya nyonya Choi yang cerewet.” Siwon mencubit kedua pipi Jooyeon membuat gadis itu meringis sakit.

 

“Appo !”

 

Suara ketukan pintu membuat keduanya terdiam.

 

“Presdir, pesawat berangkat satu jam lagi.” Teriak seseorang yang kuyakini itu Jaemoo.

 

“Arra, siapkan mobilnya, kami akan keluar sebentar lagi.” Jawab Siwon. Pria itu melepas jas hitamnya.

 

“Bawa dulu, aku akan memakainya ketika sampai di Jeju.” Siwon memberikan jasnya ke Jooyeon.

 

“Kenapa begitu ?” Tanya Jooyeon bingung.

 

Siwon mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri.

 

“Supaya terlihat romantis, istriku sayang.”

 

 

_END_

 

Eotthae ?

Jelekkah ?

Cerita pasaran ?

Tak menarik ?

Ending yang jahat ?

Alur berantakan ?

Tulisan ceker ayam ?

Bahasa belibet ?

 

Huee, saya harap komentar kalian membangun(?), dan tidak mematahkan semangat saya

-_ -

 

Maaf kalau ada penulisan yang salah, maaf juga kalau saya merubah karakter Siwon oppa di ff ini. Semoga Siwon oppa tidak menuntut saya atas pencemaran nama baik dan mengubah karakter. Atau apalah. Saya angkat bendera putih kalau sampai itu terjadi *berlebihan :D

 

Jangan lupa komentarnya, kalau nggak komentar, saya juga tidak mau memberikan tag ff saya ke kalian :P *ceritanya ngancem :D


Happy Reading^^


-CIA-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar